Ketua Satgas Covid-19 Dapat Arahan Penting dari Pak Luhut

Ketua Satgas Covid-19 Dapat Arahan Penting dari Pak Luhut
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Ricardo/JPNN

"Namun, tidak boleh puas. Mudah-mudahan ke depan bisa dipenuhi," kata Doni.

Dia mengaku agak khawatir karena terbatasnya jumlah petugas laboratorium sehingga dapat menyebabkan pemeriksaan mengalami penurunan. 

Doni berharap semoga ada strategi dari berbagai pihak untuk dapat meningkatkan jumlah tes, atau setidak-tidaknya bisa sama dan merata.

Dia menjelaskan bahwa awal Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020 lalu, hanya ada satu laboratorium untuk memeriksa spesimen yakni di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemenkes).

Seiring perjalanan waktu, Doni bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melapor kepada Presiden Jokowi terkait kondisi itu.

Presiden memberikan arahan sehingga bisa bertambah tiga laboratorium yakni di Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan lembaga Eijkman.

Namun, kata Doni, ternyata hal tersebut tidak cukup. Akhirnya diberikan keleluasaan kepada seluruh pihak untuk melakukan pemeriksaan, sehingga ada laboratorium milik Kemendikbud di rumah sakit perguruan tinggi, di bawah Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, TNI Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), daerah maupun swasta. (boy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Doni Monardo melapor ke Luhut soal perkembangan pemeriksaan spesimen Covid-19. Arahan Luhut jangan soal jumlah, tetapi harus tepat sasaran.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News