KGB dan Gatot Nurmantyo

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

KGB dan Gatot Nurmantyo
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo saat menghadiri deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: YouTube/JPNN

jpnn.com - Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti atau KGB adalah badan intelijen dan keamanan Uni Soviet yang paling ditakuti, karena terkenal dengan berbagai tindakan penyiksaan, penculikan, dan pembunuhan di dalam negeri, maupun di berbagai penjuru dunia.

KGB mencerminkan wajah kekuasaan komunisme Uni Soviet, yang identik dengan tindak kekerasan yang menghalalkan segala cara. KGB memburu musuh-musuh di dalam negeri, dan mengejar lawan-lawan yang lari dan bersembunyi di luar negeri.

Berbagai kisah mengenai kejahatan KGB sudah menjadi legenda. Ketika komunisme Uni Soviet ambruk pada 1991, KGB pun ikut ambruk.

Namun, tokoh-tokoh KGB yang sudah mencengkeram perpolitikan Uni Soviet selama lebih dari setengah abad, tidak mungkin bisa hilang begitu saja. Mereka tetap kuat karena jaringan yang sudah sangat kokoh.

Uni Soviet hilang, lahirlah Rusia. KGB menjelma menjadi ‘’Komunisme Gaya Baru’’. Vladimir Putin, tokoh KGB, menguasai Rusia sampai sekarang.

Selama 20 tahun terakhir, praktis Putin menguasai Rusia tanpa perlawanan. Tokoh-tokoh oposisi yang bersikap kritis, dihilangkan dan disingkirkan dengan cara-cara keji ala KGB lama.

Secara teoretis Rusia adalah negara demokrasi. Namun, dalam praktiknya negara ini adalah jelmaan Uni Soviet dengan sedikit modifikasi.

Putin yang sekarang menjadi presiden, bisa saja menjadi pemimpin Rusia seumur hidup. Ia menjadi perdana menteri sejak 1999 sampai 2000. Setelah itu ia menjadi presiden sampai 2008.

Salah satu yang ditekankan oleh Gatot Nurmantyo adalah upaya pencabutan Tap MPRS 1966.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News