Kiai Said Aqil: NU Wajib Jihad untuk Sejahterakan Masyarakat

Kiai Said Aqil: NU Wajib Jihad untuk Sejahterakan Masyarakat
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat sambutan pada acara pembukaan Nahdlatul Ulama Expo di Alun-alun Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019). Foto: Dok. PBNU

jpnn.com, KOTA BANJAR - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan pemerintah berkewajiban untuk membuat masyarakatnya sejahtera. Indikator kesejahteraan yang wajib disediakan oleh pemerintah di antaranya adalah tercukupinya kebutuhan makan, sandang, tempat tinggal, dan kesehatan.

“Jihad hukumnya fardu kifayah (kewajiban kolektif). Di antara jihad yang wajib adalah menjamin kesejahteraan masyarakat, Muslim atau non-Muslim,” ujar Kiai Said dalam pembukaan Nahdlatul Ulama Expo di Alun-alun Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Atas dasar itu, Kiai Said mendukung NU Expo 2019 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, 27 Februari-1 Maret 2019.

BACA JUGA: Kiai Said: NU Tidak Akan Tunduk Kepada MUI

Munas-Konbes NU 2019 mengusung tema "Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat".

Ratusan jenis usaha yang dikelola oleh warga NU dipamerkan dalam acara ini, mulai dari manufaktur, kerajinan, usaha budi daya, dan bisnis lainnya. Berbagai macam ditata rapi dalam tenda-tenda warna putih yang berderet di area Alun-alun.

Kiai Said mengaku sangat senang dengan program-program peningkatan perekonomian masyarakat seperti pameran usaha warga NU yang diselenggarakan saat ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut bisa mengangkat kesejahteraan warga dan dapat memperpendek jarak ketimpangan sosial yang begitu tinggi saat ini.

Menurut Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil, jihad hukumnya fardu kifayah (kewajiban kolektif). Di antara jihad yang wajib adalah menjamin kesejahteraan masyarakat, Muslim atau non-Muslim.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News