Kilas Balik Kampanye Akbar Prabowo di Gelora Bung Karno

Kilas Balik Kampanye Akbar Prabowo di Gelora Bung Karno
Prabowo Subianto di atas panggung kampanye akbar di GBK, Minggu (7/4). Foto: Ricardo/JPNN.com

Dalam orasinya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan para simpatisan maupun relawan yang memenuhi SUGBK sejak malam. Prabowo menilai kampanye di SUGBK kemarin sebagai rapat politik terbesar sepanjang sejarah. ”Saya tadi keliling, saya kira ada puluhan sampai ratusan ribu massa yang tidak bisa masuk,” kata Prabowo. 

Selama delapan bulan berkeliling kampanye, Prabowo menyatakan bahwa dirinya bersama Sandi mendapatkan pesan keinginan perubahan dari rakyat. Rakyat menginginkan adanya perbaikan dari kepemimpinan nasional agar mampu memimpin bangsa dan menyejahterakan rakyat dengan setara. ”Rakyat sudah tidak mau dibohongi, sudah muak dengan korupsi, ketidakadilan, tidak mau haknya diinjak-injak,” tegas mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo menyinggung kembali kekayaan negara yang diambil asing. Keadaan tersebut diperparah dengan intimidasi kepada kepala desa dan kriminalisasi terhadap ulama ataupun kelompok emak-emak. ”Saya berdiri di sini karena berpandangan negara sedang sakit. Ibu pertiwi sedang diperkosa karena kekayaan negara kita diambil terus,” cetus dia.

Kilas Balik Kampanye Akbar Prabowo di Gelora Bung Karno

Keinginannya untuk maju bersama Sandi, kata Prabowo, tidak lain didasari semangat untuk bekerja dan berbakti. Rakyat, menurut dia, sudah tidak sabar menginginkan perubahan, ingin kekayaan negara kembali.

Termasuk pula komitmen dan janji untuk menciptakan pekerjaan bagi masyarakat. ”Kami akan bikin pekerjaan, bukan hanya kartu-kartu,” ujarnya.

Prabowo telah mempersiapkan pakar-pakar di setiap bidang. Pakar-pakar itu bertugas mencari solusi atas masalah yang membuat masyarakat susah. Prabowo juga memastikan akan ada perubahan cepat jika memenangi pilpres tahun ini. ”Saya tanya Bang Rizal Ramli, bisa gak turunkan tarif listrik. Bayangan saya itu butuh 1,5 tahun. Tapi, hitungan beliau bisa 100 hari pertama,” ungkapnya.

Sandi di tempat yang sama menambahkan, perjalanannya ke lebih dari 1.500 titik di daerah menunjukkan aura keinginan perubahan. Pasalnya, saat ini masyarakat terbebani tarif listrik yang tinggi dan lapangan pekerjaan yang sulit. Di saat panen, petani malah rugi karena harga panen mereka anjlok akibat produk impor yang menyaingi.

Bersamaan dengan kampanye akbar Prabowo di GBK itu, Bawaslu memberikan imbauan kepada salah satu acara yang berlangsung bersamaan di DKI Jakarta, yakni Kartini Run.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News