Kisah Pembunuhan Keji Engeline di Bali Bakal Difilmkan

Kisah Pembunuhan Keji Engeline di Bali Bakal Difilmkan
Engeline semasa hidup bersama ibu angkatnya Margriet. FOTO: facebook

jpnn.com - JAKARTA - Kisah gadis cilik asal Bali, Engeline yang ditemukan terkubur di halaman rumahnya karena diduga dibunuh ibu angkatnya sendiri Margriet Mergawr bakal difilmkan. Film itu menurut rencananya akan diberi judul Angeline. 

Sutradara film Angeline, Djito Banyu mengatakan, syuting rencananya dilakukan selama 25 hari. Lokasinya berada di dua tempat yakni Bali dan Jakarta. Film itu rencanya dirilis pada awal April tahun ini.

"Lokasi 90 persen di Bali, selebihnya di Jakarta," kata Djito dalam konferensi pers di Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Kamis (7/1).

Untuk alur cerita, film tersebut tidak akan banyak mengambil kisah Engeline dari sisi hukum. Melainkan hanya fokus pada sudut pandang ibu kandung Engeline bernama Hamidah. 

Film itu akan mengambil sudut pandang perasaan seorang ibu yang tidak pernah bertemu dengan anaknya selama delapan tahun. Kemudian, ia harus mendengar kisah pembunuhan putrinya dari penjelasan hakim di pengadilan. 

Beberapa nama tokoh dalam film juga akan disamarkan. Nama Engeline pun diubah menjadi Angeline. 

"Kebetulan saya anak kriminologi, jadi saya tahun mana ranah yang boleh dan tidak saya sentuh. Kami hormati proses hukum yang belum selesai," ucap penulis skenario film Angeline, Lelelaila.

Produser film tersebut, Niken Septikasari mengatakan, pihaknya telah mendapat izin dari ibu kandung Engeline untuk mengangkat kisah anaknya menjadi film.

JAKARTA - Kisah gadis cilik asal Bali, Engeline yang ditemukan terkubur di halaman rumahnya karena diduga dibunuh ibu angkatnya sendiri Margriet

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News