Kisah Sunan Ampel dan Masjid Rahmat yang Dibangun Semalam

Kisah Sunan Ampel dan Masjid Rahmat yang Dibangun Semalam
KHUSYUK: Warga menunaikan salat di Masjid Rahmat. Tampak kusen berukir dan di pintu terdapat lafaz Allah serta Nabi Muhammad. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

Menginjak usia dewasa, putri Raden Rahmat yang bernama Siti Mustosima dijodohkan dengan Sunan Kalijaga. Sedangkan Siti Murtosiah dipersunting Sunan Giri.

Sementara Raden Rahmat atau yang dijuluki dengan Sunan Ampel, saat itu sudah fokus berdakwah menyebarkan agama Islam di daerah Ampel Denta.

Mansyur menjelaskan ketika Ki Wirasuroyo wafat, masjid ini sempat tertutup pepohonan dan tidak ada yang merawat.

Akhirnya lambat laun langgar tiban tersebut ditemukan kembali oleh masyarakat Kembang Kuning.

“Untuk menghindari hal-hal dari kesyirikan, kemudian langgar tiban ini dipugar total menjadi masjid,” ujar Mansyur.

Pada tahun 1964, Masjid Rahmat ini sempat dipugar dan selesai pada tahun 1967. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Agama Profesor Syaifuddin Zuhri. (*/no)


Masjid Rahmat yang berada di Jalan Kembang Kuning nomor 79-81, Surabaya merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Raden Rahmat atau Kanjeng Sunan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News