Kokaina yang Ditemukan di Pulau Anambas Mencapai 43 Kilogram, Diduga Sengaja Dibuang

jpnn.com, BATAM - Total kokaina yang ditemukan di Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak 43 kilogram yang sebelumnya 36 kilogram.
Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Ahmad David mengatakan kasus penemuan kokaina itu saat ini sedang dilakukan penyelidikan bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri serta Polresta setempat, khususnya di sekitar lokasi penemuan kokaina tersebut.
“Sekarang kami sudah menemukan 43 kilogram narkotika jenis kokain. Ini penemuan terbesar untuk kokain,” ujar Ahmad David di Batam, Kamis.
David menjelaskan untuk tujuan kokaina tersebut pihaknya juga masih mendalami karena terjadi di laut lepas atau perairan internasional.
“Sementara masih mengumpulkan berbagai informasi, keterangan di sekitaran lokasi penemuan kokain,” katanya menambahkan.
“Jadi, kemungkinan besar gembong narkoba ini seperti analisa dari Bareskrim bahwa kemungkinan barang haram ini sengaja dilepas ke laut dan nantinya ada orang yang mengambil. Tetapi karena mungkin ada angin kencang, barang itu terpecah-pecah dan terdampar di wilayah Pulau Anambas,” katanya lagi.
Meski ini adalah temuan terbesar untuk narkotika jenis kokaina dan paling mahal harganya, David menyebutkan bahwa peredarannya di Indonesia hampir tidak ada.
“Kokain ini kalau dianalisa pemasarannya untuk daerah Indonesia itu tidak ada, hampir tidak ada,” ungkapnya.
Analisa dari Bareskrim kemungkinan kokaina sengaja dilepas ke laut dan nantinya ada orang yang mengambil. Tetapi malah terdampar di Pulau Anambas.
- Nekat Menanam Ganja, Pria di Kampar Ditangkap Unit Reskrim Polsek Siak Hulu
- Bea Cukai Batam Amankan Tukang Cat yang Selipkan Sabu-sabu di Sandal, Begini Kronologinya
- Kapolsek di Anambas Diduga Terima Setoran Kasus Pencurian, Propam Turun Tangan
- Terungkap, Artis Inisial FA yang Ditangkap Atas Dugaan Narkoba Ialah Fachri Albar
- Bank DKI Ajak Publik Tunggu Hasil Forensik Digital Bareskrim Polri
- Dittipidsiber Bareskrim Turun Tangan Usut Gangguan Sistem Bank DKI