JPNN.com

Kompetisi Liga 1 2020 Bakal Dilanjutkan 1 Oktober, Begini Sikap CEO Barito Putera

Selasa, 30 Juni 2020 – 23:55 WIB Kompetisi Liga 1 2020 Bakal Dilanjutkan 1 Oktober, Begini Sikap CEO Barito Putera - JPNN.com
CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PSSI telah memutuskan untuk menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 pada Oktober mendatang melalui SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa Tahun 2020.

Merespons putusan tersebut, klub Liga 1 2020, Barito Putera mengaku menghormati sikap PSSI, namun karena masih berada di masa pandemi Covid-19, mereka tidak setuju.

Pernyataan tersebut muncul karena mereka belajar dari pengalaman yang telah menimpa anggota keluarga kami, klub kebanggaan Warga Banua ini merasakan perlu untuk menegaskan sikap.

CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman mengungkapkan ketidaksetujuan apabila Liga 1 2020 dilanjutkan di tengah kondisi saat ini.

"Kami menghormati putusan PSSI, tetapi kami mempunyai pertimbangan dan pandangan lain dalam mencintai bangsa ini ketika menghadapi Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, termasuk di dalamnya mencintai dunia sepak bola nasional," kata Hasnuryadi, dalam keterangan resminya, Selasa (30/6) malam.

Aspek keselamatan dan kesehatan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kelanjutan Liga ini menurut Hasnuryadi harus menjadi prioritas. Apalagi, terkait Covid-19 ini, Barito Putera pernah mempunyai pengalaman salah satu personel, Asisten Pelatih Yunan Helmi, pernah terpapar virus ini.

Karena kondisi tersebut, Yunan sampai harus dirawat lebih dari satu bulan di rumah sakit Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saat itu, dia sempat drop dan mengalami masa kritis, sampai akhirnya berhasil sembuh.

“Kami merasakan betapa sulit kondisinya dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini," tutur Hasnuryadi.

Manajemen Barito Putera memilih mengambil sikap mengutamakan kehati-hatian dibandingkan di kemudian hari harus menghadapi kondisi yang sarat risiko.

"Prinsip kami, mencegah lebih baik daripada harus mengobati. Karena risiko cukup besar, kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan," terang pria yang juga pengusaha tambang tersebut.(dkk/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri