Konflik di Rempang Batam, Chandra Singgung Konsep Agraria Zaman Penjajahan

Konflik di Rempang Batam, Chandra Singgung Konsep Agraria Zaman Penjajahan
Polisi menembakkan gas air mata saat membubarkan unjuk rasa warga Pulau Rempang di Kantor BP Batam, Batam, Senin (11/9/2023). Aksi yang menolak rencana pemerintah merelokasi warga tersebut berakhir ricuh. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/Spt.

"Ini juga yang kemudian membuat negara menguasai tanah seluruhnya, termasuk tanah-tanah masyarakat adat yang tidak memiliki sertifikat/bukti kepemilikan atas tanahnya," terangnya.

Bila itu yang terjadi, Chandra khawatir bakal muncul banyak persoalan struktural yang berimplikasi kelirunya penerapan kebijakan atas suatu lahan.

"Ujungnya sudah dapat diduga, bermunculan konflik agraria yang bersumber dari dominasi negara dan persoalan struktural," ujarnya.(fat/jpnn)

Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan soroti perlawanan masyarakat Melayu di Pulau Rempang Batam. Singgung konsep agraria zaman penjajahan.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News