Konflik Wamena, Enam Siswa asal Papua di Blitar Memilih Pulang Kampung

Konflik Wamena, Enam Siswa asal Papua di Blitar Memilih Pulang Kampung
Warga mengungsi di Mapolres Jayawijaya saat terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). Foto : Marius Wonyewun/Antara/aww.

jpnn.com, BLITAR - Enam siswa asal Papua yang tengah menimba ilmu di Kota Blitar pulang ke daerah asalnya akibat dampak kerusuhan di Wamena.

Sementara, itu sembilan siswa Papua lainnya yang tetap bertahan bertahan. Awalnya ada 21 siswa asal Papua yang belajar di Kota Blitar.

Namun, karena adanya konflik di Papua sudah enam siswa memilih pulang. Hingga kini masih ada 14 siswa asal papua yang belajar di Kota Blitar.

Salah satunya Nelion T Tumana, pelajar asal Papua Barat ini memilih bertahan melanjutkan pendidikanya di SMA Katolik Diponegoro Kota Blitar demi masa depannya.

"Saya berharap agar konflik di papua kembali mereda dan aman, sehingga kerukunan antarsuku kembali terjaga," kata Ellion.

Sementara itu, Eko Hariyanto, Waka Kesiswaan SMAK Diponegoro Kota Blitar, menjelaskan pihak sekolah sudah menjamin akan keamanan dan kenyamanan para pelajar.

"Tetapi ada siswa yang memilih tetap pulang ke daerah asalnya karena takut," ujar Eko. (yos/pojokpitu/jpnn)

Pihak sekolah sudah berusaha menjamin keselamatan tetapi enam siswa asal Papua tetap pulang setelah konflik di Wamena.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News