JPNN.com

Konsumsi Sayur Mentah Baik Untuk Pencernaan?

Senin, 11 November 2019 – 22:20 WIB
Konsumsi Sayur Mentah Baik Untuk Pencernaan? - JPNN.com
Sayuran organik. Foto marcin-jucha/Shutterstock

jpnn.com - Sayuran ada di urutan pertama dalam kategori makanan sehat. Bagi beberapa orang, mereka lebih suka konsumsi sayuran yang masih mentah, misalnya salad atau lalapan. Secara keutuhan nutrisi mungkin lebih bagus. Namun bagi pencernaan, konsumsi itu baik atau buruk?

Sayuran mentah dinilai memiliki khasiat optimal, baik dari kadar vitamin serta mineral yang lebih baik. Ini karena belum diolah lewat metode masak, sehingga kandungannya masih lengkap. Meski begitu, beberapa orang mengalami keluhan seperti perut kembung dan begah karena konsumsi sayuran mentah. 

Serat pada sayuran mentah lebih sulit untuk dicerna

Beda dengan zat gizi lainnya yang dicerna di lambung dan usus kecil, serat akan langsung menuju usus besar atau kolon. Setelah mencapai usus besar, bakteri yang tinggal di sana akan membantu menghancurkan atau memfermentasikan serat ini atau tetap akan utuh, tergantung jenis serat yang dikonsumsi.

Jenis serat yang larut air akan difermentasikan oleh bakteri dan akan membantu menjaga kadar gula darah dan menurunkan kolesterol. Sementara itu, serat tidak larut yang merupakan serat utama pada sayuran mentah tidak akan dihancurkan oleh bakteri ini.

Fermentasi serat di usus besar akan menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acid. Berdasarkan penelitian, asam lemak ini akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin (atau menurunkan risiko resistansi insulin), yang dapat membantu orang-orang dengan penyakit diabetes melitus. 

Selain itu, asam lemak ini akan meningkatkan penggunaan energi oleh tubuh, menurunkan risiko penyakit radang usus (inflammatory bowel diseases) dan menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Meski sulit dicerna, serat tidak larut juga banyak manfaat

Serat yang tidak larut banyak terdapat di dalam sayuran mentah. Jenis serat ini akan lebih sulit untuk dicerna dan membuat pergerakan sistem pencernaan tubuh menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut juga menimbulkan produksi gas, sehingga menyebabkan perut menjadi kembung dan tidak nyaman.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
yessy