Minggu, 18 November 2018 – 00:10 WIB

Kontes Pertama, Wakil Pertama

Kamis, 24 Oktober 2013 – 08:50 WIB
Kontes Pertama, Wakil Pertama - JPNN.COM

Putri Indonesia Runner Up ketiga 2013, Novia Indriani Mamuaja saat konfrensi pers jelang keberangkatannya ke Miss Grand International 2013 di Taman Sari Royal Heritage Spa, Tanah Abang, Jakarta, kemarin (23/10). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

MULAI tahun ini Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mengirimkan empat wakilnya ke empat kontes kecantikan internasional. Selain Miss Universe, Miss International, dan Miss Supranational, ada satu lagi kontes yang diikuti. Yakni, Miss Grand International (MGI).  

Ajang itu baru kali pertama digelar. Juga, Indonesia langsung mengirimkan wakil. Dia adalah runner-up III Puteri Indonesia 2013 Novia Indriani Mamuaja, 18.

MGI dibuat oleh Nawat Itsaragrisil. Dia adalah seorang produser dan host TV dari Thailand. Ajang itu digelar di negara tempat lahirnya MGI, Thailand. Masa karantina dimulai pada 3 November dengan jadwal grand final MGI 18 November 2013. Novia terbang ke Bangkok pada 2 November.

Kontes MGI menekankan perdamaian. Pemenangnya nanti tinggal selama satu tahun di Bangkok dan berkeliling dunia untuk menyuarakan perdamaian dunia. Biasanya, kontes-kontes kecantikan memiliki tahap penilaian national costume, di mana kostum yang dipakai sudah dimodifikasi. Sementara di MGI, mereka justru meminta kontestan mengenakan busana tradisional asli.

Ketika konferensi pers kemarin (23/10) di Taman Sari Royal Heritage Spa, Jakarta Pusat, Novia mengumumkan bahwa dirinya akan mengenakan kebaya rancangan Intan Avantie. Intan merancang kebaya dengan desain leher choker. Dipadukan dengan bahan tenun, prada, dan lace.

Selain Intan, beberapa desainer tanah air juga mendukung penampilan perempuan cantik dari Manado itu. Antara lain, Didiet Maulana yang membuat evening gown potongan klasik berwarna hijau. ”Gaun ini nuansanya emerald. Warnanya hijau untuk menggambarkan negara kita itu negara tropis,” kata Didiet kemarin.

Novia mengaku belum memiliki bayangan. ”Soalnya, ini baru pertama kali. Saya juga jadi wakil pertama. Kalau yang lain bisa tanya ke senior yang mengikuti kontes yang sama,” ceritanya.

Meski begitu, dia menjadikan ajang tersebut sebagai peluang. Justru mahasiswa Universitas Sam Ratulangi itu ingin memulai segala sesuatunya dengan baik. ”Semoga keikutsertaan pertama ini hasilnya baik. Menang. Jadi, bisa menjadi awal mula yang baik pula,” terangnya.

SHARES
TAGS   miss world
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar