Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, tetapi Volume Produksi Masih Mengecewakan

Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, tetapi Volume Produksi Masih Mengecewakan
Keluarga petani kopi di wilayah utara New South Wales, Willem, Rebecca, John, dan June Zentveld. (ABC Landline: Halina Baczkowski)

Nilai ekspor ini sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2017 yang nilainya mencapai US$22 juta lebih.

"Penurunan terjadi karena adanya bencana Gunung Sinabung yang meletus di tahun 2018, sehingga supply mengalami penurunan," jelas Ayu.

Dia mengatakan daerah utama pengekspor kopi ke Australia yaitu Gayo di Aceh, Jawa Barat dan daerah lainnya di Sumatera.

Secangkir kopi Aceh di Australia

Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, tetapi Volume Produksi Masih Mengecewakan
Kopi asal Indonesia sudah dijual dan hidangkan menjadi secangkir espresso atau cappucino di kota Melbourne yang terkenal akan budaya 'ngopi'-nya.

 

Menurut data Biro Pusat Statistik RI, Indonesia tercatat sebagai negara eksportir kopi terbesar ke-7 di dunia dengan pangsa ekspor sebesar 4,05 persen pada 2019.

Brasil menempati urutan pertama dengan penguasaan pasar 14,02 persen, disusul Jerman 8,7 persen, Vietnam 7,8 persen, Swiss 7,3 persen, Kolumbia 7,1 persen, dan Italia 4,8 persen.

Secara nasional, daerah pengekspor kopi terbesar adalah Banten 32,08 persen, disusul Lampung 22,9 persen, Sumatera Utara 22 persen, Jawa Timur 13,01 persen, dan Aceh 7,1 persen.

Jawa Barat berada di urutan ke-8 dengan tujuan ekspor antara lain ke Australia.

Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduksi dari tanaman kopi yang dibudidayakan di Australia

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News