Kamis, 13 Desember 2018 – 07:43 WIB

Korban Sempat Sebut Nama Tiga Pelaku Sebelum Tewas

Rabu, 16 Mei 2018 – 22:33 WIB
Korban Sempat Sebut Nama Tiga Pelaku Sebelum Tewas - JPNN.COM

Ilustrasi penusukan

jpnn.com, PALEMBANG - Muhammad Raya alias Aan, 37, meregang nyawa dengan mengenaskan. Warga Jalan Letnan Simanjuntak, Kecamatan Kemuning, itu ditusuk dengan sajam jenis pisau di bagian pinggang kanannya.

Kejadiannya, Selasa (15/5), sekitar pukul 07.00 WIB, di Jalan Musi Raya, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako. Korban sempat dilarikan ke RS Pusri. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Lalu, dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara untuk divisum et revertum. 

Informasi yang dihimpun,  korban bekerja sebagai penjaga malam di Pasar Sako, baru saja mengantar istrinya, Yuliana (35), kerja dengan mengendarai sepeda motor. Setelah mengantar istrinya,  korban menuju Perumnas Sako untuk menemui temannya yang ada di Perumnas.

Nah, saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), datang pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari tiga orang. "Salah satu pelaku menusuk pinggang kanan korban," ujar Kapolsek Sako, Kompol Ahmad Firdaus, saat ditemui di RS Bhayangkara. 

Dalam kondisi pisau menancap di pinggang, korban lalu menuju rumah temannya di Multi Wahana. Korban lalu dibawa ke RS Pusri. Namun, diduga kehabisan darah, beberapa jam kemudian, nyawa korban tidak tertolong. "Saat ini, kami mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.  Motif penusukan, masih kami selidiki lebih lanjut," tukasnya. 

Sementara, dari keterangan Beni (52), kakak kandung korban, dirinya mendengar cerita dari teman korban bahwa para pelaku mengendarai mobil. "Mereka berjumlah lima orang. Tiga orang turun dari mobil. Salah satunya menusuk adik saya," ujarnya di RS Bhayangkara. 

Bahkan, lanjutnya, korban sempat menyebut nama tiga orang yang turun dari mobil dan menusuk dirinya, yaitu Robi, Deni, dan Reza.  "Dua lainnya saya tidak tahu namanya. Saya dengar, orang bernama Robi sudah ditahan di Polsek Sako. Saya berharap semua pelaku cepat ditangkap dan dihukum setimpal," tukasnya. (vis/ion/ce3)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar