Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim

Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim
51 orang jamaah salat Jumat yang tewas ditembak oleh terdakwa teroris Brenton Tarrant di dua masjid di Kota Chrictchurch pada 15 Maret 2019. (Istinewa: RNZ)

"Kami semua bisa melakukannya tapi kau jelas tak bisa karena dua alasan," ucap Mustafa.

"Alasan pertama karena kau tak punya masa depan, jadi kau akan hidup sendiri dengan masa lalumu," katanya.

"Alasan kedua karena kau bukan manusia, bahkan lebih rendah dari binatang, karena binatang pun sebenarnya bermanfaat bagi dunia," tambahnya.

'Hello brother'

Keluarga dari Haji Mohammed Daoud Nabi yang tewas di awal serangan teror ikut memberi keterangan. Ia menjadi tajuk utama sejumlah pemberitaan setelah sempat menyambut Brenton dengan menyapanya, "hello brother", sebelum ditembak mati.

Anaknya, Ahad Nabi, menyebut Brenton sebagai orang lemah yang menembaki orang tak berdaya.

"Saya tak memaafkanmu. Di penjara kau akan menyadari bahwa kau sudah berada di neraka," kata Ahad.

Brenton tampak menganggukkan kepala saat mendengar keterangan Ahad ini.

"Bapakmu seorang tukang sampah dan kau telah menjadi sampah masyarakat," kata Ahad.

Persidangan terdakwa teroris Brenton Harrison Tarrant memasuki hari ketiga, Rabu (26/08), untuk mendengarkan keterangan saksi korban

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News