Korut Kritik Kebijakan Menhan Korsel

Soal Janji Balas Provokasi

Korut Kritik Kebijakan Menhan Korsel
Korut Kritik Kebijakan Menhan Korsel
SEOUL - Janji Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Kwan-jin untuk membalas provokasi apa pun di masa mendatang dengan aksi militer, menuai reaksi keras Korea Utara (Korut). Apalagi, pekan ini, Korsel bakal menggelar latihan tembak di perbatasan. Kemarin (5/12), Pyongyang mengkritik kebijakan menhan baru tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis KCNA, Korut menyamakan janji Kim dengan provokasi. Rezim Kim Jong-il menyatakan bahwa pernyataan dalam hearing parlemen Korsel akhir pekan lalu itu kian meningkatkan ketegangan. "(Korea) Selatan justru memantik munculnya konflik baru yang ekstrem dan tidak terduga di Semenanjung Korea," lapor media pro-Korut itu seperti dikutip Associated Press.

Jumat lalu (3/12), Kim berjanji bakal mengerahkan seluruh kekuatan militer Korsel untuk menangkal provokasi Korut. Dia juga tidak akan segan memerintahkan serangan udara untuk menggempur negeri tetangga. Para pendahulunya memang tidak pernah menginstruksikan serangan udara untuk membalas provokasi Korut. "Bila perlu, pesawat-pesawat tempur Korsel menjatuhkan bom di wilayah lawan," tandasnya.

Janji pengganti Kim Tae-young tersebut membuat militer Korsel semakin percaya diri. Pemerintahan Presiden Lee Myung-bak pun meningkatkan aktivitas militer negerinya. Usai latihan perang gabungan dengan Amerika Serikat (AS) dan menjadi pengawas dalam simulasi Jepang-AS, Korsel akan melakukan latihan tembak di perbatasan. Rencananya, latihan tersebut akan melibatkan beberapa kapal perang.

SEOUL - Janji Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Kim Kwan-jin untuk membalas provokasi apa pun di masa mendatang dengan aksi militer, menuai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News