KPK Lebih Percaya Pengakuan Saksi Pertama

KPK Lebih Percaya Pengakuan Saksi Pertama
KPK Lebih Percaya Pengakuan Saksi Pertama
JAKARTA- Tak sedikit saksi kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia mencabut keterangan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) begitu jadi saksi di persidangan.Bagi KPK itu tak masalah sebab merupakan hak saksi tersebut. Meski begitu, KPK justru lebih memercayai keterangan atau pengakuan saksi yang diutarakan pertama itu. "Biasanya keterangan atau pengakuan saksi waktu pertama diperiksa penyidik itu lebih bisa dipercaya," sebut Direktur Penyidikan KPK Bambang Widaryatmo, disela perayaan HUT Kemerdekaan di gedung KPK.

jpnn.com - Meski dicabut di persidangan, lanjut Bambang, bukan berarti hilang begitu saja tapi malah dijadikan bukti tertulis (dokumen) oleh KPK. Bukti ini kemudian akan digabung dengan fakta baru yang didapat di persidangan, serta alat bukti lain yang didapat dari keterangan saksi lain. "Biar hakim yang menilai kebenaran keterangan yang dicabut itu. Kalau semua dicabut, bukti kita nggak berlaku semua dong," sebut jenderal polisi bintang satu ini, seraya mengatakan, aksi mencabut keterangan di persidangan merupakan hal biasa karena semua orang punya kecenderungan untuk membela diri.

Pencabutan keterangan BAP sempat dilakukan mantan deputi Gubernur BI Aulia Pohan saat menjadi saksi terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor, pertengahan Juli. Di BAP, besan Presiden SBY ini

sempat menyebutkan saat rehat rapat dengar pendapat BI-Komisi IX DPR RI, pertengahan 2003. Anggota Komis IX Paskah Suzetta -- kini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas-- mengatakan ada ongkosnya untuk merevisi UU BI dan menyelesaikan permasalahan BLBI. Belakangan terungkap, agar lancar, BI membagikan uang Rp 31,5 miliar untuk lebih dari 50 anggota DPR. (pra)


JAKARTA- Tak sedikit saksi kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia mencabut keterangan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) begitu jadi saksi di persidangan.Bagi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News