KPK Selidiki Ruang Banggar

Dijadikan Museum, Dewan Pengusul Renovasi Diperiksa

KPK Selidiki Ruang Banggar
KPK Selidiki Ruang Banggar
JAKARTA - Renovasi ruang badan anggaran (banggar) DPR yang menghabiskan dana fantastis mulai diselidiki KPK. Selain melakukan penelaahan harga barang bukti yang mencapai Rp 20 miliar lebih, sejumlah saksi juga akan diperiksa. Pemeriksaan untuk memastikan siapa paling bertanggungjawab atas renovasi ruangan yang diduga penuh mark up tersebut.

"KPK sudah menerima laporan dan segera ditindaklanjuti dengan permintaan informasi kepada pihak terkait," kata juru bicara KPK Johan Budi SP, Rabu (18/1). Untuk melakukan telaah atas renovasi ruangan tersebut, KPK akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menelusuri lebih jauh soal proyek kontroversial ini. "Kami serius menyelidiki laporan ini, sejumlah informasi awal yang kita peroleh akan ditelusuri lebih jauh," tegas mantan wartawan ini.

Meski belum naik ke level penyelidikan, sejumlah penyidik KPK secara diam-diam sudah mengumpulkan bahan dan bukti. "Kita juga bisa turun ke lapangan diam-diam," ungkapnya.

   

Sementara itu, meski KPK sedang dalam tahap pengumpulan bahan dan bukti, para pimpinan DPR mengaku sudah geram dengan tingginya dana untuk merenovasi ruangan tersebut. Bahkan, jika kemudian pemeriksaan KPK menyatakan ada masalah dalam renovasi tersebut, pimpinan DPR berencana mengubah fungsi ruang rapat banggar tersebut menjadi museum demokrasi.

 

JAKARTA - Renovasi ruang badan anggaran (banggar) DPR yang menghabiskan dana fantastis mulai diselidiki KPK. Selain melakukan penelaahan harga barang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News