Krisis Venezuela: Mata Uang Digital Gagal Total

Krisis Venezuela: Mata Uang Digital Gagal Total
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: AFP

jpnn.com, KARAKAS - Presiden Nicolas Maduro dan jajaran pemerintahannya tidak tinggal diam. Mereka berusaha membawa Venezuela keluar dari impitan ekonomi yang sulit dengan berbagai cara. Salah satunya menciptakan cryptocurrency alias mata uang digital. Petro, nama mata uang itu, beredar di pasaran sejak Februari.

Sayangnya, masyarakat tidak antusias menyambut petro. Mereka meragukan kredibilitasnya. Maduro menyatakan, satu petro setara dengan satu barel minyak mentah. Jika harga minyak mentah naik, nilai petro ikut naik. Namun, jika harga minyak mentah turun, petro pun ikut anjlok.

''Petro adalah jalan keluar untuk memulihkan kesejahteraan Venezuela,'' kata pemimpin 55 tahun itu sebagaimana dilansir Al Jazeera. Dia menjaminkan cadangan minyak negara sebanyak lima miliar barel sebagai pengganti mata uang itu.

Lantas, mengapa harus petro? Sebab, Venezuela terkena sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS). Karena itu, penjualan minyak mentah di pasar internasional tersendat. Petro akan menekan peredaran sovereign bolivar di dalam negeri. Dengan demikian, inflasi bisa ditekan.

Namun, semua hanya bisa terjadi jika petro menjadi sarana transaksi favorit masyarakat. Jika masyarakat enggan menggunakan petro, tujuan Maduro tidak akan tercapai. Di Kota Ata­pirire yang cadangan minyaknya mencapai 5 miliar barel, petro tidak dikenal.

''Tidak ada tanda-tanda petro di sini,'' ungkap Igdalia Diaz, warga Atapirire, kepada Reuters.

Dia pun kecewa pada Maduro. Sebab, jika sosialisasi petro berhasil, kotanya akan memiliki pengeboran minyak baru. Faktanya, tidak ada pembangunan di kota tersebut. Bahkan, listrik juga jarang tersambung.

Peredaran petro tidak ditemukan di bursa cryptocurrency. Tidak ada pula toko yang mau menerimanya sebagai bentuk pembayaran. Bahkan, beberapa orang yang membelinya merasa jadi korban penipuan.

Nicolas Maduro dan jajaran pemerintahannya tidak tinggal diam. Mereka berusaha membawa Venezuela keluar dari impitan ekonomi yang sulit dengan uang digital

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News