Kritik Civitas Academica ke Jokowi Dinilai Sengaja Diatur untuk Ganggu Prabowo-Gibran

Kritik Civitas Academica ke Jokowi Dinilai Sengaja Diatur untuk Ganggu Prabowo-Gibran
Diskusi Persatuan Doktor Hukum Indonesia bertema 'Fenomena Inflistrasi Politisi Partisan Di Kampus' di Jakarta, Jumat (9/2). Foto: Tim Media Center TKN Prabowo-Gibran

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan Bogor, Prof Andi Asrun menyatakan bahwa kritik atas nama kampus terhadap Presiden Joko Widodo sudah terbantahkan.

Itu setelah orang nomor satu di Indonesia tersebut menunjukkan netralitasnya di Pemilu 2024. 

Ketua Forum Pengacara Konstitusi itu menilai pendapat para akademisi, guru besar, hingga rektor di perguruan tinggi yang ramai-ramai mengkritik Presiden Jokowi dinilai sengaja untuk menghambat pergerakan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Hal itu disampaikan Andi dalam diskusi Persatuan Doktor Hukum Indonesia bertema 'Fenomena Inflistrasi Politisi Partisan Di Kampus' di Jakarta, Jumat (9/2).

"Menurut saya ketika Pak Jokowi katakan saya tidak kampanye, maka itu selesai tuduhannya memihak. Ketika Pak Jokowi katakan saya hentikan penyaluran bansos, maka selesai tudingan bahwa Jokowi memihak, pemerintah tidak netral," kata Andi.

Andi mengatakan sikap Jokowi yang tetap netral harusnya sudah menjawab kritikan para civitas academica. 

Dia menilai, kritik yang masih dibunyikan bertujuan untuk menggerus elektoral paslon tertentu yang selama ini diidentikkan didukung Presiden Jokowi. 

"Kalau masih gerakan berlanjut, dugaan saya bahwa gerakan kritik terhadap pemerintah ini adalah sebuah mobilisasi politik, tujuannya satu kepentingan elektoral," lanjutnya.

Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan Bogor, Prof Andi Asrun menyatakan kritik kampus terhadap Presiden Joko Widodo sudah terbantahkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News