Kurang Tidur Sebabkan Kamu Mudah Marah

Kurang Tidur Sebabkan Kamu Mudah Marah
Ilustrasi marah. Foto: Pixabay

"Tidur nyenyak ditemukan secara unik berdampak pada kemarahan, bukan hanya akibat dari perasaan lebih negatif pada saat itu," kata rekan penulis Zlatan Krizan, seperti dilansir laman MSN.

BACA JUGA : Kurang Tidur? Cara Sederhana ini Mungkin Bisa Membantu

Studi ini adalah salah satu yang pertama yang memberikan bukti bahwa kurang tidur bisa memicu perasaan marah.

Kehilangan tidur juga telah dikaitkan dengan peningkatan emosi negatif, seperti kecemasan, kesedihan dan penurunan emosi positif, seperti kebahagiaan dan antusiasme.

"Secara umum, kemarahan secara substansial lebih tinggi bagi mereka yang kurang tidur," jelas Krizan.

"Kami memanipulasi bagaimana menjengkelkan suara itu selama penelitian dan seperti yang diharapkan, orang-orang melaporkan lebih banyak kemarahan ketika suara itu menjadi lebih tidak menyenangkan. Ketika tidur dibatasi, orang-orang melaporkan kemarahan lebih banyak, terlepas dari kebisingan," tambah Krizan.

Hasil awal dari studi terpisah oleh tim peneliti juga menunjukkan bahwa eksperimen di laboratorium juga bisa berlaku untuk kehidupan nyata, dengan para peneliti menemukan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi dalam penelitian juga secara konsisten melaporkan lebih banyak kemarahan daripada biasanya pada hari-hari ketika mereka kurang tidur.

Para peneliti kini mulai mengumpulkan data untuk melihat apakah tidur nyenyak bahkan bisa menyebabkan perilaku agresif kepada orang lain.(fny/jpnn)


Studi ini adalah salah satu yang pertama yang memberikan bukti bahwa kurang tidur bisa memicu perasaan marah.


Redaktur : Natalia
Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News