Lagi, 16 Gerbong KRL Bekas Diditangkan dari Jepang

Lagi, 16 Gerbong KRL Bekas Diditangkan dari Jepang
Lagi, 16 Gerbong KRL Bekas Diditangkan dari Jepang. Foto Irwan Rismawan/Satelit News/JPNN.com

TANJUNG PRIOK – Menjelang tutup tahun, PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) mendatangkan tambahan gerbong kereta rel listrik (KRL) eks Jepang. Jumat (5/12) dini hari 16 gerbong kereta tiba di Dermaga 202 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kedatangan 16 gerbong KRL itu melengkapi 160 gerbong KRL yang tiba lebih dulu. Total, sejak Januari sampai Desember tahun ini, anak perusahaan PT KAI (PT Kereta Api Indonesia) tersebut sudah mendatangkan 176 gerbong KRL dari Jepang.

’’Seluruhnya dikirim ke Balai Yasa Manggarai untuk dibenahi eksterior dan interiornya sambil menunggu izin operasi dari Kementerian Perhubungan,’’ terang Corporate Communication Manager PT KCJ Eva Chairunisa.

Sebanyak 176 gerbong KRL tersebut akan dioperasikan di jalur KRL Jabodetabek. Enam belas gerbong yang tiba Jumat lalu akan dirangkai menjadi dua rangkaian kereta yang terdiri atas delapan gerbong berkapasitas 230 penumpang setiap gerbong. ’’Jadi, setiap rangkaian mampu mengangkut 1.900 penumpang sekali jalan,’’ jelasnya.

Setiap rangkaian kereta mampu menambah 10–15 trip. Artinya, dengan tambahan dua rangkaian kereta, jumlah perjalanan saat ini akan bertambah 30 perjalanan. Eva yakin tambahan kereta tersebut bisa memangkas waktu tunggu saat pagi yang masih mencapai 30 menit menjadi 25 menit. ’’Sampai Desember ini, kami telah menambah 137 perjalanan kereta di semua rute menjadi 900 perjalanan setiap hari,’’ terangnya.

Saat ini, kereta komuter mampu mengangkut 650–700 ribu penumpang per hari. Tahun depan, KCJ mendatangkan 120 gerbong lagi sehingga mampu menambah 12–15 rangkaian KRL. Harga satu gerbong bekas yang rata-rata berusia 25 tahun tersebut sekitar Rp 1 miliar. Sejak 2008, KJC mendatangkan 664 gerbong KRL dari Jepang. (syn/c5/noe)

TANJUNG PRIOK – Menjelang tutup tahun, PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) mendatangkan tambahan gerbong kereta rel listrik (KRL) eks Jepang.…