Lagi, Dua ABK WNI Hilang

Lagi, Dua ABK WNI Hilang
Lagi, Dua ABK WNI Hilang
INFORMASI warga Indonesia yang hilang dan menjadi korban tsunami di Jepang pada Jumat lalu (11/3) terus bertambah. Dua warga asal Dusun Tanjung Kulon, Desa Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, termasuk yang hilang sesaat setelah kapal mereka hendak berlayar melalui Pelabuhan Miyagi, Jepang.

Kakak beradik Ihwan Rosyadi, 28, dan Mualfi Sodiq Hasan, 27, bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Yamato Maru No 36, kapal penangkap ikan asal Jepang. "Sejak tsunami di Jepang, tidak ada kabar dari dua orang itu. Terakhir, mereka menelepon berada di Miyagi dan hendak kembali berlayar pada Jumat lalu (sebelum gempa dan tsunami)," kata ayah korban, Harun Rosyid, kemarin (14/3).

Sebelumnya, Kemenlu menyatakan bahwa empat ABK warga Indonesia belum ditemukan. Yakni, Sunardi, Tonny Setiawan, Rudi Hartono, dan Arifin Siregar. Mereka bekerja di kapal pencari ikan tuna Kumimaru 3 di Sukume. Nasib mereka belum diketahui, meski kapalnya telah ditemukan sekitar 2,5 meter dari pantai.

Menurut Harun, dua anaknya bekerja di Jepang sejak tiga tahun lalu. Mereka  bertugas di bagian mesin kapal. "Mereka berangkat kerja melalui PT Budi Agung Bina Tara, Jakarta Selatan," jelasnya.

INFORMASI warga Indonesia yang hilang dan menjadi korban tsunami di Jepang pada Jumat lalu (11/3) terus bertambah. Dua warga asal Dusun Tanjung Kulon,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News