Lahirnya Seorang Diktator

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Lahirnya Seorang Diktator
Kanselir Jerman Adolf Hitler. Foto: Jupiterimages/Britannica

Sekarang, orang Indonesia mengambil identitas nasional mereka dengan lebih kuat. Indonesia adalah negara termuda dibanding 7 negara yang dibahas Diamond.

Namun, Indonesia bergerak dengan cukup sigap untuk memperkuat identitas yang yang menjadi perekat kesatuan. Sebagai negara bekas jajahan, Indonesia mulai dengan identitas nasional yang terbatas.

Sebagai kepulauan, Indonesia menikmati kebebasan dari kendala ancaman eksternal sejak kepergian Belanda. Pada awalnya Indonesia berisiko serius atas teritorinya, tetapi tidak hancur berantakan.

Rasa identitas nasionalnya kuat, tumbuh secara spontan dan diperkuat oleh upaya sadar pemerintah. Kekuatan penting identitas nasional Indonesia ialah Bahasa Indonesia yang mudah dipelajari dan luwes sebagai bahasa nasional, hidup berdampingan dengan 700 bahasa lokal.

Satu ganjalan yang dicatat oleh Diamond terhadap Indonesia ialah belum adanya rekonsiliasi nasional yang tuntas. Jerman mengalami krisis identitas yang dahsyat akibat kediktatoran Hitler yang membawa kematian massal orang-orang Yahudi.

Namun, trauma masa lalu Jerman selesai karena Willy Brandt, pemimpin Jerman pascaperang, meminta maaf secara tulus kepada para korban Holocaust. Brandt mendatangi bekas kamp-kamp pembantaian, berlutut dan menyatakan permintaan maaf.

Momen itu dianggap sebagai titik balik atau ’moment of truth’ yang menghapus trauma masa lalu Jerman. Itulah yang membawa Jerman kepada kondisi stabil dan menjadikan negara itu kekuatan ekonomi yang sangat diperhitungkan sekarang.

Ada upaya rekonsiliasi yang tulus dengan peristiwa masa lalu dan mengakui kesalahan secara proporsional. Diamond tidak membahas secara khusus kasus itu dalam konteks Indonesia.

Menipisnya budaya toleransi dan kompromi politik bisa melahirkan penguasa otoriter, bahkan seorang diktator. Indonesia pun menghadapi kemungkinan yang sama.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News