Lain Bos Anbang Lain Pak Wang

Lain Bos Anbang Lain Pak Wang
Dahlan Iskan.

jpnn.com - Pistol. Lalu pisau. Lantas kantongan. Tiga kata itu populer di Tiongkok. Sejak Xi Jinping jadi presiden. Empat tahun lalu.

Itulah tahapan strategi. Dalam pemberantasan korupsi. Sekaligus menyelamatkan keuangan negara. Terutama akibat ancaman kredit macet gila-gilaan di bank pemerintah.

Pistol adalah perlambang angkatan bersenjata. Pisau melambangkan kepolisian. Kantong simbol dari pengusaha.

Tahap pertama Presiden Xi Jinping menertibkan dulu lingkungan angkatan bersenjata. Di samping jabatan presiden dia memang panglima tentara. ??? (lu hai kong). Darat, laut, udara. Polisi tidak menjadi bagian lu hai kong.

Tahap berikutnya adalah membersihkan kepolisian. Dua tahap itu dilakukan dalam dua tahun pertama masa jabatannya.

Setelah dua tahap itu presiden lebih mudah membersihkan yang lain-lain. Termasuk kalangan pengusaha.

Anbang, perusahaan asuransi dari Ningbo itu (baca juga: Ningbo Anbang yang Mengguncang) tidak berkutik. Backing-nya dari kalangan pistol dan pisau sudah tidak ada.

Wu Xiaohui, bos besar Anbang, terlalu pede. Mokong. Tidak kooperatif. Kini dia tidak bisa lagi selamat.

Grup Wanda dari Tiongkok sebenarnya sudah merambah Jakarta. Bekerja sama dengan salah satu real estate terbesar Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News