Langit Runtuh

Oleh Dahlan Iskan

Langit Runtuh
Dahlan Iskan (bertopi) di Beirut, Lebanon. Foto: Instagram/dahlaniskan19

jpnn.com - Saya kontak satu per satu teman saya di Beirut. Sudah lebih satu tahun saya tidak mengontak mereka.

Kali ini saya harus melakukannya: ledakan 4 Agustus itu begitu dahsyat –158 orang meninggal. Masih banyak yang dinyatakan hilang.

Yang terluka sampai 6.000 orang. Yang kehilangan rumah 300.000 orang.

Teman saya termasuk yang selamat. Kabar itu baru saya terima kemarin.

Mereka menceritakan kengerian ledakan itu. Yang setara dengan gempa bumi 3,3 skala richter –tetapi pusat gempanya di permukaan bumi. Di Pelabuhan Beirut, ibu kota Lebanon.

Getaran ledakan itu sampai terasa di negara Cyprus. Di Israel. Di Syria.

Maklum yang meledak adalah 2.750 ton amonium nitrat. Yang kekuatannya setara dengan 1,2 kiloton bom TNT.

Saya kembali terbayang ketika seminggu penuh di Beirut tahun lalu. Dari lantai atas hotel saya bisa melihat pelabuhan itu.

Hukum harus ditegakkan biarpun langit runtuh. Tujuh tahun setelah Kapal Rhosus sandar di Pelabuhan Beirut langit memang tidak runtuh. Beirut yang runtuh.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News