Lanjutkan

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Lanjutkan
Presiden Jokowi memberikan sambutan di acara HUT HIPMI, Jumat (10/6). Foto: Tangkapan layar akun HIPMI TV di YouTube

Para kapitalis lokal di negara-negara Asean disebut semu karena mereka tidak menunjukkan semangat entrperneurship yang gigih, tetapi lebih banyak bergantung kepada proyek-proyek pemerintah.

Kapitalis Indonesia masuk dalam kategori ini. 

Mereka adalah para pemburu rente (rent seeker) yang memburu proyek-proyek pemerintah sebagai sumber pekerjaan utama. 

Bersamaan dengan itu para pemburu rente ini juga memburu proteksi dari pemerintah, memburu konsesi, lisensi, dan hak monopoli. 

Dalam praktiknya kapitalisme semu ini menimbulkan berbagai bentuk penyelewengan seperti kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Merujuk pada pandangan Yoshihara Kunio, para pengusaha Indonesia dari berbagai kelas dan golongan sampai sekarang masih masuk dalam kelompok kapitalis semu. Fenomena para pengusaha yang masuk dalam gerbong kekuasaan makin memperkuat bukti adanya kapitalisme semu.

Para pengusaha yang sekarang menjadi pemilik partai juga menjadi bukti kuatnya kapitalisme semu di Indonesia. 

Fenomena ‘’peng-peng’’ penguasa-pengusaha menjadi hal yang umum. 

Alih-alih menegur Bahlil supaya menghentikan wacana ‘lanjutkan’, Jokowi mengatakan supaya berhati-hati dengan munculnya wacana 'lanjutkan'

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News