Laporkan Penipuan, Malah Jadi Korban Bom di Polrestabes

Laporkan Penipuan, Malah Jadi Korban Bom di Polrestabes
Densus 88 dan Pasukan Gegana Brimob Polda Jatim menggeledah rumah pelaku pengeboman di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Foto: Zaimarmies/JAWA POS

Perempuan itu langsung berlari ke dalam gedung. Pendengarannya terganggu. Saat itu dia terus berdoa. Tetesan darah di tangannya membuatnya semakin ketakutan.

''Saya lihat ada anak kecil sempoyongan. Pengin lari menolong, tetapi dicegah polisi,'' ungkapnya. 

Belakangan anak tersebut diketahui sebagai buah hati terduga teroris. Dia diselamatkan polisi. 

''Usai kejadian, saya sebenarnya sempat ditawari petugas mau dibawa ke rumah sakit. Saya menolaknya,'' kata Ida. 

Dia tidak mau berada satu kendaraan dengan korban lain yang tubuhnya berdarah-darah. Ida takut.

Sebagai gantinya, dia memilih lari ke klinik terdekat. Ida diobati di klinik yang tidak jauh dari markas kepolisian. Karena terus-menerus panik, petugas kesehatan berusaha menenangkannya. 

Saat di klinik itu, dia menelepon anaknya. ''Anak saya langsung merangkul dan menangis saat ketemu,'' kata Ida.

Saat dikonfirmasi, Lurah Tembok Dukuh M. Imron membenarkan bahwa ada warganya yang jadi korban bom. 

Seorang warga sampai saat ini masih trauma berat karena syok menjadi korban ledakan bom di Polrestabes Surabaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News