Lihat, Petugas Intip Kamar saat Razia Tempat Eksekusi PSK

Lihat, Petugas Intip Kamar saat Razia Tempat Eksekusi PSK
KECELE: Anggota satpol PP mengecek salah satu kamar kos di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep Senin (8/5). Foto Prengki Wirananda/Radar Madura/JPNN.com

Tim lalu bergerak ke rumah kos di Jalan Nugroho. Hal serupa kembali terjadi. Tidak ada kamar berpenghuni. Semua kamar terkunci rapat. Untuk memastikan rumah kos kosong, petugas memanjat melihat dari jendela. Tapi kamar itu benar-benar kosong.

Pencarian praktik prostitusi kembali dilanjutkan ke sebuah hotel di Jalan Bonorogo. Sejumlah kamar berpenghuni. Tapi, rata-rata laki-laki yang bekerja sebagai kuli. Tidak ada pasangan lawan jenis di hotel itu.

Petugas bergerak ke rumah kos di Jalan M. Yahdi Adikara. Tapi hasilnya juga nihil. Rumah kos yang berdempetan dengan lapangan futsal itu tidak berpenghuni. Target terakhir adalah rumah kos di Jalan Pintu Gerbang.

Berbeda dengan rumah kos sebelumnya, ada beberapa kamar berpenghuni. Tapi, tidak ditemukan pasangan lawan jenis bukan muhrim di kos itu. Akibatnya, hingga setengah hari keliling, tim gabungan pulang dengan tangan hampa.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengatakan, ada sedikit kejanggalan pada hasil razia itu. Yakni, mayoritas kos kosong tak berpenghuni. Kuat dugaan, razia tersebut bocor. Akibatnya, penghuni kos sengaja menghindar.

Andi mengatakan, harus ada pola baru dari satpol PP dan tim saat hendak razia. Tujuannya, agar kegiatan yang dilaksanakan tidak sia-sia. ”Patut diduga bocor, masak mayoritas tidak berpenghuni,” katanya.

Politikus PPP itu menyatakan, razia yang dilakukan penegak perda kerap bocor. Tidak ada upaya konkret untuk membenahi sistem penertiban penyakit masyarakat itu.

Dengan demikian, dalam waktu dekat komisi I akan memanggil satpol PP untuk membicarakan langkah strategis razia. Tujuannya, agar upaya yang dilakukan berjalan maksimal. ”Razia seperti itu ada anggarannya, eman kalau sia-sia,” katanya.

Tim gabungan menyisir indekos dan penginapan yang diduga dijadikan tempat eksekusi bagi penikmat bisnis prostitusi. Satu per satu diintai, sampai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News