Senin, 27 Mei 2019 – 08:22 WIB

Lima Penderita DBD Meninggal Dunia di Jambi

Jumat, 01 Maret 2019 – 03:15 WIB
Lima Penderita DBD Meninggal Dunia di Jambi - JPNN.COM

jpnn.com, JAMBI - Sejumlah rumah sakit di Kota Jambi banyak menangani pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Dominan penderitanya adalah anak-anak. Bahkan, di Provinsi Jambi, ada 5 penderita yang meninggal dunia akibat DBD.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, hingga minggu kedua, dalam bulan ini (Februari, red) terdapat 57 kasus DBD yang berhasil dihimpun dari Kabupaten/Kota.

Hal ini disampaikan oleh Samsiran Halim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Dia mengatakan kasus paling banyak justru ada di bulan Januari. Karena bulan Januari merupakan musim hujan dengan curah hujan sangat tinggi. Tercatat sekitar 300-an kasus DBD dari seluruh kabupaten/kota.

Dan yang paling banyak, menurutnya masih dari Kota Jambi. Sedangkan data terakhir untuk bulan Februari sendiri baru diketahui hingga minggu kedua saja. “Bulan Februari sudah menurun jumlah kasusnya, baru masuhk data di Minggu kedua” katanya.

Namun untuk penetapan Kasus Luar Biasa (KLB) sendiri Samsiran menyebut belum ditetapkan oleh pihaknya. Karena untuk itu perlu peningkatan signifikan. "Peningkatan memang ada cuma belum dua hingga tiga kali lipat , sebagai syarat ditetapkannya KLB," ujarnya.

Sepanjang 2019 ini, kata dia tercatat lima orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Yang ditengarai karena Dengue Shock Syndrome (DSS) yang artinya mengalami syok atau renjatan, lalu penyebab lainnnya terlambat membawa ke rumah sakit.

“Penyebab meninggal itu ada dua kemungkinan. Karena Dengue Shock Syndrome (DSS) DBD atau terlambat membawa ke rumah sakit,” katanya.

Samsiran menyebut, lima korban meninggal akibat DBD itu berasal dari Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Pada bulan Januari lalu, meninggal tiga orang. Masing-masing dua orang dari Kota Jambi dan satu orang dari bungo. Sementara bulan Februari ini, dua orang meninggal yang keduanya berasal dari Kota Jambi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar