JPNN.com

Luar Biasa! Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Selasa, 29 September 2020 – 23:10 WIB
Luar Biasa! Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi - JPNN.com
Mata uang yuan Tiongkok. Foto: Reuters

jpnn.com, BEIJING - Bank Dunia memprediksi ekonomi Tiongkok akan tumbuh sebesar 2,0 persen pada 2020, meski hampir negara-negara lain tertimpa resesi akibat pandemi COVID-19.

Pertumbuhan tersebut akan didorong oleh belanja pemerintah, ekspor yang kuat, dan tingkat infeksi baru COVID-19 yang rendah sejak Maret.

Meski demikian, negara-negara lain di kawasan tersebut diproyeksikan mengalami kontraksi 3,5 persen. Secara keseluruhan, kawasan itu diperkirakan hanya akan tumbuh 0,9 persen pada 2020, tingkat terendah sejak 1967.

Dalam Prospek Ekonomi Global setengah tahunan yang dirilis pada awal Juni, Bank Dunia memproyeksikan kawasan Asia Timur dan Pasifik akan tumbuh 0,5 persen pada 2020.

Bank Dunia mengatakan dalam laporan perkembangan terbaru bahwa prospek kawasan tersebut lebih cerah pada tahun 2021, dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 7,9 persen di Tiongkok dan 5,1 persen di negara-negara lain di kawasan itu, "berdasarkan asumsi pemulihan berkelanjutan dan normalisasi aktivitas di perekonomian besar, yang dikaitkan dengan kemungkinan ditemukannya vaksin."

Namun, lembaga pemberi pinjaman multilateral itu menunjukkan bahwa output yang diproyeksikan akan tetap jauh di bawah proyeksi prapandemi untuk dua tahun ke depan, seraya menyatakan bahwa prospek tersebut sangat suram bagi beberapa negara Kepulauan Pasifik yang sangat rentan, di mana output mereka diproyeksikan tetap berada pada sekitar 10 persen di bawah level sebelum krisis hingga 2021.

Guncangan COVID-19 tidak hanya membuat masyarakat terus terjebak dalam kemiskinan, tetapi juga menciptakan kelas "masyarakat miskin baru," kata Bank Dunia. Jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan di kawasan tersebut diperkirakan akan bertambah sebanyak 38 juta pada 2020, termasuk 33 juta yang seharusnya keluar dari kemiskinan, dan 5 juta lainnya yang kembali terjerat kemiskinan.

"Banyak negara di Asia Timur dan Pasifik telah berhasil mengatasi penyakit itu dan memberikan bantuan, tetapi mereka akan berjuang untuk pulih dan tumbuh," kata Aaditya Mattoo, kepala ekonom untuk Asia Timur dan Pasifik di Bank Dunia.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil