Lupakan Tragedi Berdarah Setahun Lalu, Kazahstan Siap Gelar Pesta Demokrasi

Lupakan Tragedi Berdarah Setahun Lalu, Kazahstan Siap Gelar Pesta Demokrasi
Pemandangan mobil polisi yang terbakar saat aksi protes menentang kenaikan harga LPG, menyusul keputusan otoritas Kazakh untuk mencabut batas harga pada bahan bakar gas cair, di Almaty, Kazakhstan, Selasa (4/1/2022). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Pavel Mikheyev/AWW/djo

Vassilenko mengungkapkan ada, antara lain 800 pemantau internasional serta 250 jurnalis asing, yang akan memantau pelaksanaan Pemilu Kazakhstan pada 19 Maret.

Sebanyak tujuh partai politik dan kandidat di daerah pemilihan dengan satu wakil akan memperebutkan 98 kursi di Mazhilis dan 3.415 kursi di maslikhat.

Pada awal Januari 2022, Kazakhstan dilanda serangkaian protes yang berujung pada bentrokan maut.

Menurut data yang dikutip Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, kerusuhan tersebut mengakibatkan 238 korban jiwa, termasuk 19 polisi dan tentara.

Gelombang protes itu berlangsung setelah kenaikan harga elpiji.

Para pejabat pemerintah Kazakhstan menyebut peristiwa yang terjadi pada Januari 2022 itu sebagai percobaan kudeta.

Tokayev merupakan presiden kedua Kazakhstan sejak negara di Asia Tengah itu menyatakan kemerdekaan dari Uni Soviet pada Desember 1991.

Ia sempat menjabat sebagai presiden sementara Kazakhstan 20 Maret-12 Juni 2019 pascapengunduran diri Presiden Nursultan Nazarbayev, yang telah menjabat selama hampir tiga dasawarsa.

Para pejabat pemerintah Kazakhstan menyebut peristiwa yang terjadi pada Januari 2022 itu sebagai percobaan kudeta

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News