Mahasiswa Harus Terdepan untuk Menjaga Pancasila

Mahasiswa Harus Terdepan untuk Menjaga Pancasila
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang mengikuti kuliah umum di lapangan Polda NTT, Sabtu (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Foto: Timor Express/JPNN.com

jpnn.com, KUPANG - Lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang mengikuti kuliah umum di lapangan Polda NTT, Sabtu (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Hadir Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso dan para rektor.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mengatakan kebinekaan dan toleransi bukan hanya sebatas kata-kata. Tapi harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Enggar-sapaan karib politikus Partai Nasdem ini mengaku terkesan dengan mahasiswa Nusa Tenggara Timur yang tetap semangat mengikuti Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme.

Di tengah teriknya matahari, para mahasiswa antusias mengikuti pemaparan Mendag dalam kuliah akbar tersebut yang juga dihadiri Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Viktor Laiskodat.

Enggar meminta mahasiswa sebagai garda terdepan untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Ketika masyarakat dan negara dalam keadaan terancam, mahasiswa harus ada di barisan paling depan untuk membela. “Mahasiswa itu kepercayaan masyarakat," kata Enggar seperti dilansir Timor Express (Jawa Pos Group).

Menurutnya, apa yang telah dilakukan pemuda ketika melawan penjajah akan sia-sia jika pemuda sekarang, khususnya mahasiswa, tidak menjaga dengan baik.

Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Frankie Jan Salean dalam orasinya mengatakan yang terjadi sekarang adalah radikalisme dan perang antar suku. Yang paling parah adalah ada upaya mengganti ideologi bangsa.

Politikus Partai Nasdem ini mengaku terkesan dengan mahasiswa Nusa Tenggara Timur yang tetap semangat mengikuti Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News