Mahfud MD Sebut Ada 20 Ribu Masyarakat Adat Terancam Tak Bisa Memilih

Mahfud MD Sebut Ada 20 Ribu Masyarakat Adat Terancam Tak Bisa Memilih
Cawapres Mahfud MD pada debat keempat Pilpres 2024 menyebut ada sekitar 20 ribu masyarakat adat terancam tidak bisa memilih. Foto: Ricardo/JPNN.

jpnn.com - JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 3 Pemilu 2024 Mahfud MD menyebut ada sekitar 20 ribu masyarakat adat terancam tidak bisa memilih pada Pemilu 2024.

Masyarakat adat dimaksud bermukim di di hutan Kalimantan Timur.

Mereka terancam tak bisa memilih karena belum memiliki kartu tanda penduduk.

"Sekarang ini masyarakat adat yang ada di hutan-hutan di Kalimantan Timur, 20.000 orang tidak bisa memilih (dalam pemilu) karena tidak punya KTP," ujar Mahfud, saat debat keempat Pilpres 2024 yang digelar di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, Minggu (21/1).

Mahfud menyatakan keheranannya karena di dalam hutan negara tidak boleh ada penduduk, padahal mereka sudah puluhan tahun tinggal di situ.

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan pengesahan RUU Masyarakat Adat untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan masyarakat adat.

"Tentang RUU Masyarakat Adat sudah masuk di dalam program di visi kami, memang itu susah sejak 2014 tidak jalan, akan kami jalankan," ucapnya.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Cawapres Pemilu 2024 Mahfud MD menyebut ada sekitar 20 ribu masyarakat adat terancam tidak bisa memilih.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News