Mahyudin: Demokrasi Indonesia Masih Berbiaya Mahal

Mahyudin: Demokrasi Indonesia Masih Berbiaya Mahal
Wakil Ketua MPR Mahyudin, Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri ke kanan) menghadiri Press Gathering Pimpinan MPR bersama Wartawan Parlemen, Yogyakarta, Jumat (19/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

"Saya sudah daftar, tiba-tiba keluar putusan MK. Seharusnya peraturan tidak boleh dikeluarkan di tengah jalan. Ini kacau, harusnya sebelum pertandingan," ungkap Mahyudin.

Akhirnya, Mahyudin membuat surat pengunduran diri dari kepengurusan Partai Golkar. "Nah, Pak OSO jadi ketua umum (Partai Hanura) sudah mundur, akhirnya saya dengan dicoret. Jadi demokrasi kta ini lapangan becek, rule belum jelas," ungkap Mahyudin.(boy/jpnn)


Mahyudin mengatakan demokrasi Indonesia masih berbiaya mahal. Hal itu menyebabkan tidak sedikit kepala daerah yang terjerat kasus hukum korupsi.


Redaktur : Boy
Reporter : Boy, Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News