Main Perdana, Dinda Kanya Dewi: Kejar Tayang dan Target

Main Perdana, Dinda Kanya Dewi: Kejar Tayang dan Target
Dinda Kanya Dewi. Foto Fandi Permana/jpnn.com

jpnn.com - jpnn.com - Dinda Kanya Dewi masih sangat grogi saat mengahafal dan meresapi puisi-puisi karya Radhar Panca Dahana, dalam antologi buku Manusia Istana untuk dipentaskan dalam teater.

Dalam dua pekan, Dinda harus berlakon teatrikal puisi berjudul Manusia Istana, yang diadakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/1) malam.

"Aku sama Prisia Nasution paling terakhir masuk di sini. Jadi persiapan kami kurang dari dua minggu buat hapalin puisi. Kejar tayang dan target," kata Dinda kemarin.

Hasilnya, dalam waktu yang singkat, pemain film Hangout itu bisa mengahafal puisi bertema kritik sosial itu.

Apalagi ia bisa meresapi dua judul puisi yang dibawakannya, yakni Kampanye Hari Ke-5 dan Reformati.

"Tadi masih banyak yang salah. Penempuatan meja salah dan sebagainya. Enggak tahu hitungannya, tapi tadi berasa belum maksimal sih, masih banyak trial and error. Karena kami baru sentuh panggung," sahut Prisia.

Meski begitu, dia berjanji akan memberikan penampilan terbaik dalam pentas sesungguhnya.

"Aku janji di pentas kesalahan di media preview bisa diperbaiki. Karena ini debut pertama aku, aku harus bisa mewujudkan apa yang penonton harapkan dalam menonton teater puisi ini," tandas Dinda. (mg5/JPNN) 

Dinda Kanya Dewi masih sangat grogi saat mengahafal dan meresapi puisi-puisi karya Radhar Panca Dahana, dalam antologi buku Manusia Istana untuk


Redaktur & Reporter : Fandi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News