Majelis Adat Sunda Juga Murka ke Edy Mulyadi, Bakal Lapor Polisi, Ini Penyebabnya

Majelis Adat Sunda Juga Murka ke Edy Mulyadi, Bakal Lapor Polisi, Ini Penyebabnya
Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagja Husein. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Majelis Adat Sunda angkat bicara terkait kasus Edy Mulyadi yang dianggap menghina Kalimantan dengan menyebut daerah tersebut sebagai tempat jin buang anak. 

Mereka bahkan berencana akan melaporkan eks caleg PKS tersebut ke kepolisian atas dugaan penistaan budaya.

Pasalnya, Edy Mulyadi mengenakan ikat kepala Sunda saat saat bicara dugaan penghinaan ke Kalimantan.

Ikat Sunda diketahui menjadi salah satu atribut khas masyarakat Tatar Sunda.

Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagja Husein mengatakan, ikat kepala Sunda sebagai identitas kebudayaan tidak bisa seenaknya dikenakan orang dalam menyebarkan isu sensitif. 

"Jadi intinya, ikat (kepala) Sunda itu simbol dan memiliki nilai yang tidak bisa seenaknya dipakai seperti itu. Kalau sekarang dipakai jadi mode segala, apalagi ditumpangi kepentingan politik yang bagaimana Edy Mulyadi dan rekan-rekan ini kan orang antibudaya," kata Ari dihubungi, Rabu (26/1).

Ari mengungkapkan, apa yang sudah disampaikan dan dilakukan Edy Mulyadi bisa memecah belah bangsa. 

Sebagai suku Sunda, pihaknya turut bersimpati sebagai sesama bangsa Indonesia. 

Majelis Adat Sunda angkat bicara terkait kasus Edy Mulyadi yang dianggap menghina Kalimantan dengan menyebut daerah tersebut sebagai tempat jin buang anak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News