Makin Sore, Pekanbaru jadi Kota Berasap

Makin Sore, Pekanbaru jadi Kota Berasap
Asap semakin parah menyelimuti Kota Pekanbaru. Foto diambil dari depan rumah warga di Rumbai, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (13/3).

jpnn.com - PEKANBARU -- Bencana kabut asap di Provinsi Riau semakin parah. Khususnya di ibukota Pekanbaru, semakin siang menjelang sore, kondisi makin memburuk.

Pekanbaru yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia, kini berubah menjadi kota berasap. Jarak pandang di darat, bahkan semakin menipis hingga kurang dari 100 meter.

Dari pantauan JPNN, Kamis (13/3) di kawasan Rumbai, kabut asap mulai menyelimuti pemukiman warga, perkantoran dan kawasan kampus Universitas Lancang Kuning. Bila pagi hari jarak pandang diperkirakan masih 300-500 meter, semakin sore jarak pandang tinggal 100 bahkan 50 meter saja.

"Mesjid di sana itu letaknya dari sini cuma 500 meter. Tapi sekarang jangankan mesjidnya, kubahnya saja tidak terlihat," ujar Hakim, seorang warga Rumbai.

Parahnya lagi, tidak hanya asap yang kian tebal, kualitas udara juga terasa semakin buruk. Berbeda dengan asap rokok, Hakim mengatakan asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan, terasa langsung menyesakan dada dan membuat sakit kepala.

"Yang paling parah dialami kawan saya, sampai mual dan muntah-muntah," katanya.

Tidak hanya di Pekanbaru, kondisi parah kabut asap dilaporkan hampir terjadi merata di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau. Kondisi yang parah juga disampaikan Ita, warga Siak saat dihubungi JPNN.

"Kami sampai tak bisa melihat jembatan siak yang megah dan besar itu. Padahal biasanya jelas terlihat dari depan rumah. Sungai Siak sudah berubah seperti danau penuh asap," ujarnya.

PEKANBARU -- Bencana kabut asap di Provinsi Riau semakin parah. Khususnya di ibukota Pekanbaru, semakin siang menjelang sore, kondisi makin memburuk.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News