Maria Butina, Mata-Mata Cantik di Tengah Skandal Pemilu AS

Maria Butina, Mata-Mata Cantik di Tengah Skandal Pemilu AS
Maria Butina, wanita asal Rusia yang diduga melakukan spionase di Amerika Serikat. Foto: Maria Butina/Facebook

Alan Gottlieb dan istrinya, Julianne Versnel, aktivis senjata Rusia, mengingat Butina sebagai sosok yang provokatif. Setidaknya terlihat dari gaya berpakaiannya.

’’Jika tidak memakai kemeja yang kancingnya tertutup semua sampai atas, dia mengenakan baju yang tiga kancing teratasnya dibiarkan terbuka,’’ ungkap Versnel.

Pasangan itu mengaku sering diundang makan malam oleh Butina dan Alexander Torshin. Torshin adalah mentor Butina sekaligus pejabat senior di Bank Sentral Rusia.

Kedekatan Butina dengan Torshin itu membuat AS semakin yakin bahwa perempuan dengan senyum menggoda tersebut memang mata-mata.

’’Dia adalah perempuan yang tahu benar bagaimana memanfaatkan kecantikannya dan kemudaannya. Dia selalu sukses menjadi pusat perhatian dalam setiap percakapan,’’ kata Gottlieb. Kini dengan dakwaan serius yang disandangnya, Butina terancam hukuman 10 tahun penjara.

Namun, pengacara Butina, Robert Driscoll, yakin kliennya tidak bersalah. Dia menyatakan bahwa Butina hanyalah perempuan yang kebetulan tertarik pada dunia politik dan ingin menjalin hubungan baik dengan pejabat AS. ’’Saya akan berusaha membersihkan namanya,’’ tegas Driscoll. (bil/c5/hep)


Namanya Maria Butina. Cantik. Seksi. Berbahaya. Dia adalah definisi sempurna femme fatale dari Rusia. Senin (16/7)


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News