Master Melon

Oleh Dahlan Iskan

Master Melon
Dahlan Iskan.

Saya mengikuti perkembangannya. Di tahun itu ada wisuda di Universitas Shantou. Li Ka-shing dilahirkan di kota itu. Bukan main miskinnya kota Shantou 91 tahun lalu.

Saya dua kali ke Shantou. Saat masih sangat miskin. 25 tahun lalu. Juga ketika di awal kebangkitannya.

Shantou adalah ibu kota kabupaten di pojok timur laut Provinsi Guangdong. Berbatasan dengan Provinsi Fujian. Hanya satu jam penerbangan dari Hong Kong.

Di acara wisuda itu terjadi keganjilan. Li Ka-shing tidak tampak hadir.

Padahal tiap tahun ia selalu hadir. Untuk memberikan pidato. Terutama mengenai kiat putra daerah yang miskin bisa menjadi orang terkaya di Asia.

Li Ka-shing juga penyumbang besar Universitas Shantou. Ketika Tiongkok masih belum kaya.

Mengapa di wisuda kali itu Li Ka-shing tidak hadir?

Sangat mengejutkan: ia tidak diundang! Sengaja tidak diundang.

Saya harus menulis ini. Tentang Li Ka-Shing --orang terkaya di Asia itu. Konglomerat terbesar dari Hong Kong itu. Yang umurnya sudah 91 tahun itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News