Medina Zein Mengaku Bipolar, Perlukah Minum Obat?

Medina Zein Mengaku Bipolar, Perlukah Minum Obat?
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kiri) bersama tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, Medina Zein saat memberikan keterangan pers. Foto: Galih Pradipto/Antara

jpnn.com - Nama Medina Zein sedang sering diperbincangkan akhir-akhir ini terkait kasus narkoba. Pebisnis yang satu ini mengaku narkoba amfetamin yang dia gunakan merupakan obat untuk mengatasi gangguan bipolar yang dideritanya.

Tentunya, ini menjadi pertanyaan dan perbincangan banyak orang.

Amfetamin sendiri merupakan obat golongan stimulan yang biasanya digunakan untuk mengobati masalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan narkolepsi.

Namun, sebenarnya bukan untuk gangguan bipolar. Lalu apakah obat dari gangguan kesehatan mental tersebut?

Mengenal gangguan Bipolar

Bipolar adalah salah satu gangguan otak yang ditandai oleh perubahan mood, perasaan hati, pikiran, energi, dan perilaku. Gangguan mental ini ditandai dengan munculnya sejumlah episode, yakni mania (manik), hipomania, campuran, dan depresi berat.

Gangguan ini merupakan masalah medis yang sering kambuh sehingga perlu pengobatan yang tuntas. Lalu bagaimana episode gangguan bipolar ini bisa muncul?

Episode manik umumnya berlangsung selama kurang lebih dua minggu hingga 4-5 bulan. Kemudian episode depresi akan menyusul dan bertahan kurang lebih enam bulan. Episode manik dan depresi ini dapat dipicu adanya peristiwa yang penuh stres atau adanya trauma lainnya.

Medina Zein sebelumnya mengatakan bahwa narkoba amfetamin yang dia gunakan merupakan obat untuk mengatasi gangguan bipolar yang dideritanya.

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News