Memproduksi Sabu-Sabu, Ustaz SA Dapat Upah Sangat Besar dari Jenderal

Memproduksi Sabu-Sabu, Ustaz SA Dapat Upah Sangat Besar dari Jenderal
Polisi menangkap sejumlah pengedar narkoba dan menemukan pabrik sabu-sabu rumahan di Pringgasela, Sabtu (21/11). Foto: source for Radar Lombok

Helmi mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, pabrik itu baru beroperasi selama sebulan. “Dari pengakuannya ini baru coba-coba,” ungkap Helmi.

Untuk alat atau bahan yang digunakan didapat dari Malaysia.

Beberapa di antaranya yaitu satu kotak aluminium foil, kompor elektrik Oxone, satu liter mekihaitamin cair, satu liter mixcofir cair, satu liter dimethyl sulfokxide, alat pemadam.

Kemudian, satu buah gelas ukur merek Pyrek ukuran dua liter, satu buah gelas ukur 1000 Ml, satu buah cawan kaca, dan satu buah gelas ukur merek Pyrex ukuran 1000 Ml.

Terkait bagaimana alat ini bisa masuk, siapa yang membawanya, siapa penyokong dananya itu masih didalami.

“Nanti kami lihat dari pemeriksaan dan bukti petunjuk yang ada. Yang kami sampaikan adalah perjalanan pengungkapan. Lebih jauh siapa yang terlibat, siapa penyokong dana, bagaimana ini bisa masuk, siapa yang membawa itu masuk ranah penyidikan. Belum bisa kami sampaikan sekarang,” ujar Helmi.

Begitu juga terkait dengan di mana Ustaz ini belajar cara membuat sabu, berapa yang sudah diproduksi, ke mana saja sudah diedarkan, dan berapa penghasilannya, Helmi belum bersedia menyampaikannya.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pabrik sabu itu memang dikendalikan oleh Jenderal Yusuf dari dalam lapas.

Ustaz SA dahulu memang seorang guru mengaji, tetapi kegiatannya kini terbongkar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News