JPNN.com

Menag Gus Yaqut Datangi Gedung KPK, Ada Urusan Apa?

Rabu, 03 Maret 2021 – 18:28 WIB
Menag Gus Yaqut Datangi Gedung KPK, Ada Urusan Apa? - JPNN.com
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendatangi gedung KPK untuk beraudiensi terkait upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kemenag. Foto: Dea Hardianingsih/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendatangi Gedung Merah Putih untuk beraudiensi dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait upaya pencegahan rasuah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (3/3).

Namun, menteri yang beken disapa dengan panggilan Gus Yaqut tidak memberikan penjelasan mendetail terkait pembahasan dalam audiensi tersebut.

"Kita tadi mendiskusikan kerja sama pengaduan masyarakat karena saat ini sudah ada pengaduan-pengaduan yang masuk supaya Kementerian Agama ini lebih konsentrasi melaksanakan tugas-tugas pelayanan. Untuk urusan pengadilan-pengadilan (hukum-red) kita kerjasamakan dengan KPK," kata Menag Yaqut sebelum meninggalkan gedung KPK.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengatakan dalam audiensi itu Menag Gus Yaqut menyampaikan permintaan supervisi dari lembaga antirasuah terkait pencegahan korupsi di kementeriannya.

"Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan di antaranya menag menyampaikan maksud audiensi dan harapannya mendapatkan supervisi dari KPK, khususnya terkait pencegahan korupsi sebagai upaya untuk mengurangi potensi fraud dan penyimpangan di lingkungan Kemenag," kata Ipi Maryati.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yaqut menerangkan bahwa bekerja sama dengan KPK merupakan hal yang penting, karena adanya kerawanan dan potensi korupsi terkait tugas dan wewenang Kemenag seperti penyelenggaraan haji dan umrah.

Menurut Ipi, KPK menyambut baik kedatangan Menag Gus Yaqut. Lembaga yang dipimpin Firli Bahuri itu juga memberikan masukan agar jajaran Kemenag mempelajari beberapa kasus yang pernah ditangani KPK.

"Berdasarkan catatan KPK kasus korupsi yang paling banyak terjadi adalah pengadaan barang dan jasa. Modus lainnya terkait jual beli jabatan di lingkungan Kemenag," ucap Ipi.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...