Menangis Sesenggukan, Nakes Pelaku Penyuntikan Vaksin Kosong Mengaku Lalai dan Minta Maaf 

Menangis Sesenggukan, Nakes Pelaku Penyuntikan Vaksin Kosong Mengaku Lalai dan Minta Maaf 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Oknum perawat berisinial EO yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penyuntikan dosis vaksin Covid-19 kosong saat vaksinasi massal di Sekolah Kristen IPEKA Pluit Timur, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, (6/8), menyesali perbuatannya. 

Sembari menangis, EO yang dihadirkan polisi saat jumpa pers pengungkapan kasus di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (10/8) yang disiarkan secara virtual, itu memohon maaf kepada penerima vaksin berinisial BLP beserta keluarga.

EO terlihat berdiri di belakang polisi yang tengah membeberkan kronologi kejadian penyuntikan dosis vaksin Covid-19 kosong tersebut. 

Wanita itu tampak mengenakan kemeja putih, dan bermasker. 

Polisi kemudian memberikan kesempatan kepada EO untuk menyampaikan keterangan terkait motif melakukan penyuntikan dosis vaksin kosong tersebut. 

"Saya mohon maaf. Terlebih kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata EO sembari menangis.

EO mengaku tidak mempunyai niat apa pun dalam melakukan penyuntikan vaksin kosong itu beberapa waktu lalu. 

Dia mengaku murni sebatas membantu kegiatan vaksinasi Covid-19 sebagai seorang sukarelawan. 

Sembari menangis sesenggukan, oknum perawat berinisial EO yang menjadi tersangka terkait kasus penyuntikan dosis vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara, menyesali perbuatannya. EO pun meminta maaf kepada keluarga penerima vaksin, dan masyarakat In

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News