Jumat, 16 November 2018 – 22:50 WIB

Mendagri Lantik Pjs Gubernur Papua dan Papua Barat

Senin, 25 Juli 2011 – 18:45 WIB
Mendagri Lantik Pjs Gubernur Papua dan Papua Barat - JPNN.COM

Dr Drs Syamsul Arief Rivai MSi (kiri) usai dilantik sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua dan Drs Ahmad Tanribali Lamo SH sebagai Pejabat Gubernur Papua Barat. Foto: Soetomo Samsu/JPNN

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi melantik Dr Drs Syamsul Arief Rivai MSi sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua dan Drs Ahmad Tanribali Lamo SH sebagai Pejabat Gubernur Papua Barat. Keduanya dilantik secara bersamaan di gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin siang (25/7) sekira pukul 10.00 WIB.

Syamsul Rivai saat ini masih menjabat Dirjen Bangda di Kemendagri dan Tanri masih menjabat sebagai Dirjen Kesbangpol Kemendagri ini.

Syamsul Rivai ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua berdasarkan Kepres Nomor 47/P Tahun 2011 tertanggal 22 Juli 2011. Sedang Tanri berdasar Kepres Nomor 46/P Tahun 2011 tertanggal 20 Juli 2011

Gamawan menjelaskan, penunjukan Pjs Gubernur Papua dilakukan lantaran jabatan Gubernur Papua Barnabas Suebu danWagub Papau Alex Hasegem berakhir 25 Juli 2011. Sedang masa jabatan Gubernur Papua Barat Abraham Atururi dan Wagub Rahimin Katjong berakhir 24 Juli 2011

"Penjabat gubernur ini sifatnya sementara, untuk mengawal pemerintahan dan menjamin keancaran roda pemerintahan hingga dilantiknya gubernur definitif hasil pemilukada," ujar Gamawan dalam kata sambutannya. Syamsul ditunjuk karena sudah punya pengalaman menjadi Pjs gubernur Sulawesi Barat. Sedang Tanri, malah dua kali menjadi Pjs gubernur, yakni Pjs gubernur Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Gamawan pun memberikan tiga pesan kepada Syamsul dan Tanri.  “Pertama, memfasilitasi dan mensukssekan tahapan pemilu Papua dan Papua Barat," kata Gamawan.

Kedua, lanjut Gamawan, keduanya juga harus serius melayani masyarakat dan menjamin terselenggaranya fungsi-fungsi pemerintahan dan pembangunan di Papua dan Papua Barat secara akuntable dan transparan.

Ketiga, Gamawan meminta agar Syamsul dan Tanri segera membangun komunikasi yang efektif dan koodinasi dengan DPRD setempat, para Bupati dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta tokoh-tokoh Papua dan Papua Barat usai dilantik.

“Tetap menjaga suasana yang kondusif, jaga toleransi antar sesama warga. Termasuk, pemilihan gubernur nanti tidak menimbulkan gejolak dikemudian hari yang semata-mata dilaksanakan oleh dari rakyat dan untuk rakyat seluruh warga Papua dan Papua Barat,” kata Gamawan.

Ditanyai soal tahapan pemilihan Gubernur Papua dan Papua Barat, Gamawan menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan jadwalnya dan berharap Pejabat Gubernur Papua dan Papua Barat segera menyelesaikan tugas wajib ini.

“Kita maunya, jangan terlalu lamalah, sehingga Papua dan Papua Barat benar-benar punya gubernur definitif. Kalau persoalan anggaran, kan di dalam perubahan anggaran besok ini bisa dimasukkan, kalau persoalan jadwal bisa diatur oleh KPU, silahkan KPU mengaturnya,” kata politisi asal Partai  Golkar ini.

Kendati begitu, Gamawan mengaku tidak punya target soal pemilihan Gubernur di dua provinsi paling timur Indonesia ini. “Kita tidak punya target, karena itu urusan daerah, terkait anggaran, penjadwalan itu urusan daerah,” katanya.

Tanri menjelaskan, untuk pemilukada Papua Barat sudah digelar, termasuk pemungutan suara ulang d sejumlah TPS. Dia yakin, tidak akan ada gejolak pasca pemilukada. Dia menduga, kalau toh ada persoalan, maka akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai sengketa pemilukada. (nat/sam/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar