Mengaku Dipukul dan Diusir Anak, Nenek 80 Tahun Telantar

Mengaku Dipukul dan Diusir Anak, Nenek 80 Tahun Telantar
Mengaku Dipukul dan Diusir Anak, Nenek 80 Tahun Telantar

jpnn.com - MEDAN - Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang gala. Sesaat peribahasa itu langsung tergiang di benak, ketika melihat kondisi Sarminah.

Nenek renta berusia 80 tahun ini menangis sesunggukan tak tahu harus bagaimana. Dia hidup telantar sejak dipukul dan diusir anaknya.

Wanita tua yang berjalan dengan bantuan tongkat di tangannya itu terlihat sudah keriput. Giginya sudah tak utuh lagi, sehingga membuatnya tidak begitu jelas lagi saat berbicara.

Kemarin (15/1) siang, Sarminah baru saja diantarkan Yayak, seorang penarik becak ke Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Pria yang mengaku tinggal di Jalan Elang, Perumnas Mandala itu, mengaku merasa iba dengan kondisinya sang nenek itu. Berharap polisi bisa mencarikan jalan keluar.

Ketika ditanyai petugas, Sarminah tak mampu berbicara dengan jelas karena ompongnya. Nenek ini bahkan lebih banyak menangis. Apalagi banyak pertanyaan yang tak bisa dijawabnya.

“Aku lupa alamatku, nak,” jawabnya terisak, sehingga membuat bingung polisi yang menanyainya.

Hanya saja disebutkan wanita 5 anak ini, dia sudah tidak punya rumah lagi. Selama ini, nenek berkerudung hitam itu mengaku menumpang dari rumah anaknya yang satu ke rumah anaknya yang lain.

“Mereka sudah menikah semua,” kata Sarminah yang lagi-lagi menyebutkan, dirinya sama sekali tidak ingat di mana saja alamat rumah anak-anaknya tersebut.

MEDAN - Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang gala. Sesaat peribahasa itu langsung tergiang di benak, ketika melihat kondisi Sarminah. Nenek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News