Menhub Budi Karya Pengin Angkutan Feeder Punya Keunikan Agar jadi Ikon Baru Palembang

Menhub Budi Karya Pengin Angkutan Feeder Punya Keunikan Agar jadi Ikon Baru Palembang
Menhub Budi Karya Sumdi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang. Foto: Dokumentasi Kemenhub

Pada 2019 penumpangnya mencapai 2,6 juta orang, dan sempat menurun pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19 hanya 1,5 juta penumpang.

Kemudian pada 2022 melonjak menjadi 3 juta lebih.

"Tahun ini kita harapkan naik signifikan menjadi empat juta orang per tahun,” ujarnya.

Jumlah angkutan feeder LRT Sumsel (Angkot Feeder Musi Emas) yang telah beroperasi saat ini sebanyak 51 unit.

Jumlah angkutan feeder sebanyak itu tersebar di tujuh rute dan beroperasi mulai pagi hingga malam hari dari pukul 05.00 WIB – 19.16 WIB.

Angkutan feeder saat ini memilik tujuh rute perjalanan yakni koridor 1 (Talang Kelapa – Talang Buruk) dan koridor 2 (Asrama Haji – Sematang Borang) Koridor 3 (Asrama Haji – Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes – Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA – Tegal Binangun), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit – Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya).

Dalam tinjauannya, Menhub Budi Karya menaiki LRT Palembang dari Stasiun Bandara menuju Stasiun Bumi Sriwijaya, dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik angkot feeder Musi Emas menuju halte terakhir, yakni halte SMA Negeri 10.

Dalam perjalanannya, Menhub juga berbincang dengan sejumlah penumpang bernama Yusuf yang berasal dari Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)

Menhub Budi Karya menginginkan angkutan feeder di Palembang memiliki keunikan tersendiri sehingga menjadi ikon baru kota tersebut

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News