Menjaga Asa Bertahan di Kasta Tertinggi

Menjaga Asa Bertahan di Kasta Tertinggi
Balistik, pendukung Persiba Balikpapan. Foto: perseba/jpg

“Sayang, kami lengah sepersekian detik saja saat corner. Akhirnya kebobolan. Artinya, apa? Kami tidak boleh menganggap enteng lawan. Tetap harus waspada bagaimana pun kondisi lawan. Pemain juga harus kerja keras sepanjang laga,” jelas Haryadi kepada Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (2/9) kemarin.

Pria berlisensi A AFC ini mengaku, memiliki beberapa evaluasi. Seperti penyelesaian akhir dan transisi pemain. Namun, yang paling penting adalah menjaga konsistensi penampilan sepanjang laga.

“Saya berulang kali mengingatkan kepada pemain untuk jangan lengah sedetik pun. Kalau ini bisa dilakukan, saya yakin kami bisa mendapat poin di setiap pertandingan,” sambungnya.

Menjamu Persegres, lanjut Haryadi, dirinya tidak menyiapkan program khusus. Pada latihan awal, usai libur dua hari dirinya memilih untuk melihat dan meningkatkan kondisi fisik anak asuhnya.

“Setelah fisik pemain sudah oke, kami lanjut ke taktik untuk menghadapi Persegres. Yang pasti, kami ingin lebih menekan karena wajib menang,” tuntas Haryadi.

Pria yang merintis karier kepelatihan di Diklat Salatiga ini juga belum menggaransi posisi Marlon da Silva. Meski bomber asal Brasil ini menyatakan keinginan untuk tampil, Haryadi memilih untuk melihat kondisi pemain dalam latihan terlebih dahulu.

“Saya harus konsultasi dengan tim dokter dan fisioterapi. Kalau Marlon sudah boleh main, pasti saya turunkan. Karena dia pemain penting. Tapi, kalau belum pulih, jangan dulu. Kasihan kalau nanti cederanya tambah parah. Saya tidak mau kariernya hancur karena cedera,” pungkas Haryadi. (ndu/is/k15)



Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News