Menparekraf Kagum Kerajinan Banyuwangi Tembus Mancanegara

Menparekraf Kagum Kerajinan Banyuwangi Tembus Mancanegara
Menparekraf (kiri) ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi sentra kerajinan di Banyuwangi. FOTO: ist
"Kerajinan rakyat dari tekstil, kerajinan berbasis kayu dan rotan, barang kulit dan alas kaki di Banyuwangi mampu membukukan nilai tambah hingga sekitar Rp 24 miliar pada 2012, tumbuh dari tahun sebelumnya Rp 13,9 miliar," jelasnya.

Subsektor industri kreatif lain di Banyuwangi juga meningkat. Sektor kertas dan barang cetakan naik dari Rp155,2 miliar pada 2011 menjadi Rp175,1 miliar pada 2012. Ini mencerminkan industri desain dan percetakan tumbuh dengan baik.

Sektor kuliner yang terwakili dari sektor restoran mampu meningkatkan nilai tambah dari Rp560,5 miliar (2011) menjadi Rp654,4 miliar (2012). Adapun sektor perhotelan tumbuh dari Rp286,6 miliar menjadi Rp341,8 miliar.

Sektor jasa hiburan kebudayaan naik dari Rp 22,3 miliar (2011) menjadi Rp 26,2 miliar (2012). "Ini menunjukkan seniman banyak tampil di pentas wisata. Jadi wisata seni-budaya cukup berkembang," paparnya. (eri/mas)

BANYUWANGI – Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus dipacu. Produk sektor kerajinan di kabupaten berjuluk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News