Mensos Siap Memfasilitasi 11.000 PMI dari Malaysia

Dalam suasana pandemi, Gubernur Ali Baal juga memastikan, tracing juga diberlakukan dalam konteks penerapan protokol kesehatan.
“Kami pastikan, PMI akan dicek kesehatannya sebelum tiba di daerah. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.
Meskipun diakui semua ini memang perlu proses, Gubernur Ali Baal berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan Kemensos.
Tujuannya agar para PMI tetap berada di Indonesia dan tidak kembali ke luar negeri.
“Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Kemensos mengembangkan program pemberdayaan bagi PMI,” kata gubernur.dian kita dapat melakukan _treatment_. Dari awal PMI diwawancarai, ditanya keinginan mereka itu apa. Sehingga saat mereka datang bisa kita tangani,” ucap Mensos.
Pemetaan terhadap potensi daerah juga penting dilakukan, sebab dari sana Kemensos akan menentukan jenis intervensi apa yang bisa disinergikan. “Pendataan untuk potensi yang ada di Sulawesi Barat juga perlu. Sehingga Kemensos dapat membantu mengembangkan potensi yang ada,” Mensos menambahkan.
Peran Kemensos sendiri dalam pemulangan PMI yaitu mulai dari Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, sampai Reintegrasi.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengaku sangat mengapresiasi sambutan dan kesediaan Mensos membantu memediatori kepulangan PMI. Kesediaan Mensos yang akan membantu, merupakan sinyal penting bagi Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesiapan menerima PMI.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan kesiapannya menjadi mediator dalam pemulangan 11.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.
- Biaya Haji Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia
- Bank Mandiri dan KJRI Penang Gelar Mandiri Sahabatku untuk Memacu Kewirausahaan PMI
- Permintaan Kerja dari Luar Negeri Capai 1,7 Juta, RI Baru Bisa Serap Sebegini
- Mantap! 2 UMKM Binaan Bea Cukai Nunukan Sukses Ekspor Produknya ke Malaysia
- Menteri Karding Berangkatkan 55 Perawat dari Universitas Binawan ke Austria
- Ibas Tegaskan Indonesia dan Malaysia Tak Hanya Tetangga, Tetapi..